Articles by "Tekno"

Ars Technica
Komponen dalam CPU Intel Core i7-5960X yang memiliki 8 inti pemrosesan.
KOMPAS.com - Di bulan Maret lalu Intel telah mengeluarkan bocoran highlight produk-produk CPu-nya yang akan dirilis tahun ini.

Kini, Intel menghadirkan salah satu keluarga Haswell E dan Core i7 Extreme Edition, prosesor yang ditujukan bagi konsumen yang membutuhkan kecepatan, serta untuk CPU workstation.

Dilansir dari Ars Technica (29/8/2014), keluarga i7 yang baru terdiri atas tiga chip baru. Dua di antaranya adalah prosesor dengan enam core.

Mereka adalah Core i7-5820K (harga retail 389 Dollar AS) dengan clock 3,3 GHz Turbo Boost hingga 3,6 GHz , dan Core i7-5930K (harga retail 583 Dollar AS) dengan clock 3,5 GHz dan Turbo Boost hingga 3,7 GHz.

Keduanya sama-sama memiliki fitur HyperThreading, L3 cache 15 MB, serta TDP 140W. Bedanya, selain dari kecepatan clock memori, versi i7-5820K hanya memiliki PCI Express 3.0 28 lane alih-alih 40 lane.

Walau demikian, jumlah tersebut masih 16 lane lebih banyak dibanding model-model CPU quad-core.
Selain itu, masih ada prosesor 8 core i7-5960X (harga retail 999 DOllar AS) yang memiliki kecepatan clock 3,0 GHz, Turbo Boost hingga 3,5 GHz, dan cache 20 MB.

Selain CPU, Intel juga menghadirkan motherboard untuk keluarga Haswell-E yang menggunakan soket LGA 2011 v3.

Jika konsumen ingin beralih dari Ivy Bridge ke Haswell, maka motherboard Ivy Bridge-E dan Haswell-E tidak akan kompatibel dengan CPU-CPU baru yang dirilis tadi.

Selain itu, upgrader juga harus membuang memori DDR3 mereka, karena Haswell-E menjadi platform Intel pertama yang mengintegrasikan dukungan RAM DDR4.

Chipset baru juga diperkenalkan Intel untuk melengkapi sistem hardware terbarunya. Chipset X99 yang diperkenalkan Intel memiliki dukungan total 14 port USB (enam di antaranya merupakan USB 3.0), satu port gigabit Ethernet, delapan PCI Express 2.0, audio support, dan 10 port SATA III.

Haswell-E yang diperkenalkan Intel juga telah mendukung fitur Thunderbolt 2.0. Nmaun pabrikan motherboard harus mengintegrasikan kontroler khusus agar mendukung fitur kecepatan transfer data tinggi itu.

 
BBC
Robot dengan berbagai keterampilan sedang dikembangkan.
Sejumlah peneliti di Amerika Serikat mengembangkan otak robot supercerdas yang bisa belajar secara mandiri dengan memindai jutaan halaman di internet.

Disebut sebagai "Robo Brain", robot ini didesain untuk memperoleh berbagai macam keterampilan dan pengetahuan dari informasi publik yang tersedia di dunia maya, seperti YouTube.

Informasi yang sudah dipelajari ini nantinya bisa diakses oleh robot-robot lain di seluruh dunia, membantu mereka mengerjakan pekerjaan harian.

Sebuah proyek yang mirip juga telah dikembangkan di Eropa dengan nama "Robo Earth" dan pernah ditunjukkan ke publik oleh para peneliti di Universitas Eindhoven, Belanda, Januari kemarin.

Namun, tidak seperti Robo Earth, Robo Brain bisa membangun sendiri pemahamannya dari internet, bukan diprogram oleh manusia.

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Universitas Cornell, Brown, Stanford dan California, serta didukung oleh sejumlah perusahaan, seperti Google dan Microsoft.

Membantu pekerjaan

Robo Brain sudah mulai "belajar" dari informasi di internet bulan lalu.

Para peneliti mengatakan otak ini telah memilah-milah sekitar satu miliar gambar, 120.000 video YouTube dan 100 juta dokumen yang berisi instruksi manual.

Sejumlah kemampuan pun sudah diperoleh termasuk mengenali kursi, dan mengerti bagaimana microwave dan payung digunakan.

Salah satu peneliti, Ashutosh Saxena, dari Universitas Cornell, mengatakan idenya adalah menciptakan sebuah otak yang memungkinkan robot bisa melakukan tugas-tugas di sekitar rumah atau di tempat kerja.

Para ahli percaya robot yang bisa membantu pekerjaan rumah ini mungkin bisa tersedia dalam waktu 10 tahun mendatang.

Adapun robot mirip manusia, yang dapat membantu penyandang disabilitas atau manula, kini juga sedang dikembangkan.

KOMPAS.COM

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget